Sabtu, 08 Juni 2013

VERIFIKASI KELULUSAN

Hari Libur, Kamis, 6 Juni 2013 di SDN Bulak Rukem II pukul 07.30 menerima pengarahan dari Kepala UPTD, Pengawas, dan Ketua SR 29 tentang Verifikasi UN. Intinya : Permohonan Blanko Ijazah harus disertai dengan kelengkapan kelulusan dan Nilai Olahan DKN. Pukul 12.30 TU mengerjakan hasil UN di DKN hingga pukul 16.00.
Jumat, 7 Juni pukul 08.00 - 09.00 dilaksanakan Rapat Kelulusan, UKK, Persiapan Pameran dan Pentas Seni Siswa, serta rencana Kenaikan Kelas di Ruang Kelas I bawah.


Pukul 14.00 - 16.00 Pembagian PIN dan Penjelasan tentang TPA bagi wali murid Kelas VI.
Tahun ini Nilai tertinggi di SDN Bulak Rukem I ( Tapel 2012 - 2013 ) :
a. UN Bahasa Indonesia = 9,60
b. UN Matematika  = 10,00
c. UN IPA = 10,00
Sabtu, 8 Juni 2013 mulai pukul 08.00 sampai pukul 10.30 dilaksanakan verifikasi Kelulusan untuk tingkat Kecamatan Bulak di SD Tri Guna Bhakti. Acara dihadiri oleh Kepala SDN/SDS dan Pengawas TK/SD wilayah Kec. Bulak.


TPA AMBIL DARI DISPENDIK SURABAYA :


Pertanyaan dan Jawabanmengenai
Tes Potensi Akademik (TPA)
untuk seleksi SMP dan SMA di Sekolah Kawasan di Surabaya


Apakah yang dimaksud dengan Tes Potensi Akademik (TPA)?
Tes Potensi Akademik (TPA)yang dipergunakan untuk seleksi SMP dan SMA di Sekolah Kawasanmerupakan tes kemampuan berfikir,meliputi kemampuan pemahaman dan penalaranyang penting untuk kesuksesan dalam pendidikan formal di sekolah.


Apa perbedaan TPA dan Ujian Nasional (UN)?
Ujian Nasional (UN) ditujukan untuk mengukur tingkat prestasi belajar siswa pada mata pelajaran yang materinya telah diajarkan di sekolah.
Tingkat prestasi belajar ditentukan oleh sejauhmana penguasaan materi pelajaran oleh siswa. Tentu saja penguasaan materi pelajaran akan lebih baik bila siswa belajar (sendiri atau dengan bimbingan) materi pelajarannya.

Sedangkan TPA ditujukan untuk mengukur tingkat kemampuan pemahaman dan penalaran siswa yang dimilikinya saat ini.
Tingkat kemampuan memahami dan bernalar siswa ditentukan oleh perkembangan berfikirnya di  sepanjang kehidupannya (mulai sejak kelahiran sampai saat ini) yang ditentukan oleh kapasitas berfikir dan pengalamannya di dalam sekolah maupun di luar sekolah. Kemampuan berfikir (kemampuan pemahaman dan bernalar) ini dapat mulai diukur sejak usia sekolah.


Mengapa TPA penting untuk diukur dalam proses seleksi ini?
Seleksi dengan  TPA merupakan proses untuk penyaringan siswa dengan tujuan memilih siswa yang diprediksikan (diramalkan) akan (1) lebih berhasil dalam prestasi belajarnya di jenjang yang lebih tinggi, dan (2) lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami stress dengan tuntutan belajar di sekolah kawasan.

Siswa yang memiliki kemampuan berfikir yang tinggi akan memiliki proses dan strategi berfikir yang efektif dan efisien yang membuatnya lebih mudah mempelajari mata pelajaran di sekolah dan menyelesaikan persoalan, sehingga dia tidak mudah untuk mengalami kecemasan dalam belajar dan akan memiliki prestasi belajar yang lebih baik. Jadi TPA berfungsi melengkapi (komplementer) nilai UN.

Lebih dari itu, pengukuran TPA juga akan memberikan profil kemampuan berfikir siswa (berfikir dengan bahasa, angka, atau gambar) yang dapat dipergunakan oleh guru dan sekolah untuk mengembangkan proses pembelajaran di sekolah tersebut atau membantu siswa secara individual. Dengan begitu, proses pembelajaran di sekolah akan lebih efektif dan siswa dapat belajar serta meningkatkan kemampuan berfikirnya secara optimal.

Contoh, seorang siswa yang mempunyai profil kemampuan berfikir yang menunjukkan kekuatan kemampuan berfikir dengangambar dibandingkan dengan kemampuan dalam berfikir bahasa dan angka, maka anak sebaiknya diminta untuk membuat sketsa-sketsa gambar untuk memahami pelajaran yang bermuatan bahasa yang tinggi.  

Bagaimana struktur tes TPA?
Tes TPA yang dipergunakan untuk seleksi SMP dan SMA di Sekolah Kawasanakan mengukur 3 (tiga) bagian kemampuan berfikir, yaitu: (1) Verbal; ( 2) Numerikal; dan ( 3) Figural. Berikut ini diberikan penjelasan tentang masing-masing bagian.
1.      Kemampuan Verbal:
Kemampuan berfikir verbal adalah kemampuan pemahaman dan bernalar dengan menggunakan bahasa (verbal).
Kemampuan ini akan diukur dengan memberikan tes yang meminta siswa untuk menyelesaikan soal tentang:(a) Pemahaman Bacaan; (b) Analogi Verbal; (c) Melengkapi Kalimat; (d) Klasifikasi Verbal.

2.      Kemampuan Numerikal
Kemampuan berfikir numerikaladalah kemampuan pemahaman dan bernalar dengan menggunakan angka (numerikal).
Kemampuan ini akan diukur dengan memberikan tes yang meminta siswa untuk menyelesaikan soal tentang: (a) Analogi Bilangan; (b) Teka-teki Bilangan; (c) Deret Bilangan.

3.      Kemampuan Figural
Kemampuan berfikir figuraladalah kemampuan pemahaman dan bernalar dengan menggunakan gambar (figural).
Kemampuan ini akan diukur dengan memberikan tes yang meminta siswa untuk menyelesaikan soal tentang: (a) Klasifikasi Gambar; (b) Analisis Gambar; dan (c)MatriksGambar.


Apakah bisa diberikan contoh soalnya TPA?
Tentu saja bisa. Dibawah ini diberikan ilustrasi atau contoh untuk setiap bentuk soal yang akan siswa kerjakan dalam tes TPA.

      Verbal
      Klasifikasi verbal        : Siswa diberi daftar tiga kata yang memiliki kesamaan satu sama lain. Siswa diminta memilih satu kata dari lima pilihan jawaban yang ada yang juga memiliki kesamaan tersebut.
Contoh                                    : Pisang    Mangga     Jeruk
Pilihan jawaban           : Kuning    Buah     Sayur     Pohon     Anggur

      Melengkapi kalimat     : Siswa diberi suatu kalimat dengan satu bagian yang hilang dan diminta memilih satu kata yang dapat melengkapinya.
Contoh               : Jambu ......... di pohon
Pilihan jawaban  : a. Jatuh   b. Tumbuh   c. Menyebar   d. Turun  e. Menempel

      Analogi verbal             : Siswa diberi tiga kata. Dua kata pertama memiliki suatu hubungan. Kata ketiga berhubungan dengan salah satu pilihan jawaban yang ada. Siswa diminta memilih kata yang berhubungan dengan kata ketiga, seperti kata kedua berhubungan dengan kata pertama.
Contoh                     : Kering : Basah = Lama :
Pilihan jawaban        : a. Hujan    b. Kuno    c. Lapuk   d. Baru   e. Panas

      Pemahaman bacaan     : Siswa diberi sebuah bacaan dan diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan mengenai informasi yang tersirat dalam bacaan.
Contoh                     :
Kerbau dan Kambing
Seekor kerbau jantan berhasil lolos dari serangan seekor singa dengan cara memasuki sebuah gua dimana gua tersebut sering digunakan oleh kumpulan kambing sebagai tempat berteduh dan menginap saat malam tiba ataupun saat cuaca sedang memburuk. Saat itu hanya satu kambing jantan yang ada di dalam gua tersebut. Saat kerbau masuk kedalam gua, kambing jantan itu menundukkan kepalanya, berlari untuk menabrak kerbau tersebut dengan tanduknya agar kerbau jantan itu keluar dari gua dan dimangsa oleh sang Singa. Kerbau itu hanya tinggal diam melihat tingkah laku sang Kambing. Sedang diluar sana, sang Singa berkeliaran di muka gua mencari mangsanya. Lalu sang kerbau berkata kepada sang kambing, "Jangan berpikir bahwa saya akan menyerah dan diam saja melihat tingkah lakumu yang pengecut karena saya merasa takut kepadamu. Saat singa itu pergi, saya akan memberi kamu pelajaran yang tidak akan pernah kamu lupakan."
Soal:
Kerbau marah pada kambing disebabkan kambing...
(A) menundukkan kepala tidak membantunya
(B)  menggunakan gua tempat tinggalnya
(C)  melarikan diri dari singa
(D) ingin memberi pelajaran pada kerbau
(E)  membuat kerbau tersudut tidak bisa lari dari singa

      Numerikal
      Analogi bilangan         : Siswa diberi suatu rangkaian bilangan, dimana bilangan kesatu berhubungan dengan bilangan kedua dan dengan cara yang sama bilangan kedua berhubungan dengan bilangan ketiga. Siswa diminta menentukan bilangan selanjutnya dalam rangkaian tersebut.
Contoh                     : (3 à 5) (6 à 8) (15 à ...)
Pilihan jawaban        : a. 15     b. 16     c. 17     d. 18     e. 19

      Deret bilangan             : Siswa diberi serangkaian angka dan diminta menentukan angka selanjutnya.
Contoh                     : 16   15   14   13   12   ...
Pilihan jawaban        : a. 8     b. 9     c. 10     d. 11     e. 12

      Teka teki bilangan       : Siswa diberi kombinasi angka dan simbol. Siswa diminta mengkombinasikannya untuk memperoleh solusi berupa pilihan jawaban.
Contoh                     : ... – 4 = 3
Pilihan jawaban        : a. 5     b. 7     c. 8     d. 9     e. 11

      Figural
      Klasifikasi gambar      : Siswa diberi tiga bentuk yang memiliki kesamaan tertentu. Siswa diminta menentukan pilihan jawaban mana yang memiliki kesamaan dengan tiga bentuk tersebut.
Contoh                     :

Pilihan jawaban: (A)    (B)     (C)     (D)    (E)


      Analisa gambar           : Siswa diberi gambar sebuah kertas yang dilipat lalu dilubangi. Siswa diminta membayangkan gambar ketika kertas tersebut dibuka.
Contoh                     :


Pilihan jawaban        :



      (A)       (B)         (C         (D)         (E)

      Matriks gambar           : Siswa diberi gambar sebuah kotak yang terdiri dari beberapa bentuk. Bentuk di bagian atas memiliki suatu hubungan. Siswa diminta melihat pola hubungan tersebut dan mengaplikasikannya untuk menentukan pilihan jawaban.
Contoh                     :






Pilihan jawaban        :

      (A)        (B)        (C)          (D)           (E)









Adakah perbedaan TPA untuk seleksi SMP dan seleksi SMA?
TPA untuk seleksi SMP dan seleksi SMAsama dalam aspek-aspek yang diukur, namun berbeda dalam soal dengan menyesuaikan tingkat perkembangan bahasa dan perkembangan berfikir siswa lulusan SD dan lulusan SMP.


Sebagai orang tua apa yang harus saya persiapkan agar anak saya dapat mengerjakan TPA sebaik-baiknya?
Tidak ada yang secara khusus harus dipersiapkan oleh orang tua. Menunjukkan dan berusaha untuk mengerjakan contoh-contoh soal (yang dapat diperoleh dari buku maupun internet) bersama dengan anak dapat dilakukan, agar anak merasa tenang karena telah mengenal bentuk-bentuk soal TPA(catatan: pada saat tes, anak akan diberi petunjuk sejelas-jelasnya cara mengerjakan soal). Hal lain yang lebih penting adalah menjaga agar anak merasa tenang (tidak malah membuat anak cemas apalagi panik) dalam menghadapi tes TPA. Pemberian latihan yang intensif untuk mengerjakan soal TPA tidak akan memberikan peningkatan skor yang bermakna.


Sebagai anak apa yang harus saya persiapkan agar anak saya dapat mengerjakan TPA sebaik-baiknya?
Berusaha mengenal bentuk soal dan mengerjakan contoh-contoh soal dapat dilakukan agar meningkatkan perasaan tenang menghadapi tes TPA(catatan: pada saat tes, anak akan diberi petunjuk sejelas-jelasnya cara mengerjakan soal). Istirahat dan tidur yang cukup lebih baik dilakukan ketika esok hari akan mengerjakan tes TPA.
Selain itu, sebagai persiapan disarankan untuk menyiapkan alat tulis yang dibutuhkan dan melihat lokasi sehari sebelum ujian agar siswa telah mengetahui lokasi dan ruang ujiannya.

Apa yang harus dibawa pada saat tes TPA?
Sama dengan UN, alat tulis yang perlu dibawa pensil 2B, rautan, dan penghapus.

Bolehkahmembawa alat bantu hitung seperti kalkulator?
Tidak diperlukan dan tidak boleh membawa alat bantu hitung seperti kalkulator.

Apa yang harus diperhatikan pada saat tes TPA agar dapat mengerjakan tes sebaik-baiknya?

Perhatikan betul setiap instruksi yang disampaikan tester (orang yang bertugas memberikan petunjuk cara mengerjakan tes)  agar dapat mengerjakan soal dengan cepat dan cermat. Jika belum paham cara mengerjakannya, jangan ragu untuk bertanya. Kerjakan dengan tenang, sungguh-sungguh dan secepat-cepatnya karena setiap tes mempunyai waktu yang terbatas.  

Contoh-contoh Soal Tes Potensi Akademik (TPA)


1. Verbal
  • Klasifikasi Verbal : Siswa diberi daftar tiga kata yang memiliki kesamaan satu sama lain. Siswa diminta memilih satu kata dari lima pilihan jawaban yang ada yang juga memiliki kesamaan tersebut.
    Contoh :Pisang   Mangga   Jeruk
    Pilihan Jawaban :Kuning   Buah   Sayur   Pohon   Anggur
  • Melengkapi kalimat : Siswa diberi suatu kalimat dengan satu bagian yang hilang dan diminta memilih satu kata yang dapat melengkapinya.
    Contoh :Jambu ......... di pohon
    Pilihan Jawaban :a. Jatuh   b. Tumbuh   c. Menyebar   d. Turun   e. Menempel
  • Analogi verbal : Siswa diberi tiga kata. Dua kata pertama memiliki suatu hubungan. Kata ketiga berhubungan dengan salah satu pilihan jawaban yang ada. Siswa diminta memilih kata yang berhubungan dengan kata ketiga, seperti kata kedua berhubungan dengan kata pertama.
    Contoh :Kering : Basah = Lama : .....
    Pilihan Jawaban :a. Hujan   b. Kuno   c. Lapuk   d. Baru   e. Panas
  • Pemahaman bacaan : Siswa diberi sebuah bacaan dan diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan mengenai informasi yang tersirat dalam bacaan.
    • Contoh :
      Kerbau dan Kambing
      Seekor kerbau jantan berhasil lolos dari serangan seekor singa dengan cara memasuki sebuah gua dimana gua tersebut sering digunakan oleh kumpulan kambing sebagai tempat berteduh dan menginap saat malam tiba ataupun saat cuaca sedang memburuk. Saat itu hanya satu kambing jantan yang ada di dalam gua tersebut. Saat kerbau masuk kedalam gua, kambing jantan itu menundukkan kepalanya, berlari untuk menabrak kerbau tersebut dengan tanduknya agar kerbau jantan itu keluar dari gua dan dimangsa oleh sang Singa. Kerbau itu hanya tinggal diam melihat tingkah laku sang Kambing. Sedang diluar sana, sang Singa berkeliaran di muka gua mencari mangsanya. Lalu sang kerbau berkata kepada sang kambing, "Jangan berpikir bahwa saya akan menyerah dan diam saja melihat tingkah lakumu yang pengecut karena saya merasa takut kepadamu. Saat singa itu pergi, saya akan memberi kamu pelajaran yang tidak akan pernah kamu lupakan."

      Soal :
      Kerbau marah pada kambing disebabkan kambing...
      (A) menundukkan kepala tidak membantunya
      (B) menggunakan gua tempat tinggalnya
      (C) melarikan diri dari singa
      (D) ingin memberi pelajaran pada kerbau
      (E) membuat kerbau tersudut tidak bisa lari dari singa
    2. Numerikal
    • Analogi bilangan : Siswa diberi suatu rangkaian bilangan, dimana bilangan kesatu berhubungan dengan bilangan kedua dan dengan cara yang sama bilangan kedua berhubungan dengan bilangan ketiga. Siswa diminta menentukan bilangan selanjutnya dalam rangkaian tersebut.
      Contoh :(3 -> 5) (6 -> 8) (15 -> ...)
      Pilihan Jawaban :a. 15   b. 16   c. 17   d. 18   e. 19
    • Deret bilangan : Siswa diberi serangkaian angka dan diminta menentukan angka selanjutnya.
      Contoh :16   15   14   13   12   ...
      Pilihan Jawaban :a. 8   b. 9   c. 10   d. 11   e. 12
    • Teka teki bilangan : Siswa diberi kombinasi angka dan simbol. Siswa diminta mengkombinasikannya untuk memperoleh solusi berupa pilihan jawaban.
      Contoh :... – 4 = 3
      Pilihan Jawaban :a. 5   b. 7   c. 8   d. 9   e. 11
    3. Figural
    • Klasifikasi gambar : Siswa diberi tiga bentuk yang memiliki kesamaan tertentu. Siswa diminta menentukan pilihan jawaban mana yang memiliki kesamaan dengan tiga bentuk tersebut.
      Contoh :
      Pilihan Jawaban :
    • Analisa gambar : Siswa diberi gambar sebuah kertas yang dilipat lalu dilubangi. Siswa diminta membayangkan gambar ketika kertas tersebut dibuka.
      Contoh :
      Pilihan Jawaban :
    • Matriks gambar : Siswa diberi gambar sebuah kotak yang terdiri dari beberapa bentuk. Bentuk di bagian atas memiliki suatu hubungan. Siswa diminta melihat pola hubungan tersebut dan mengaplikasikannya untuk menentukan pilihan jawaban.
      Contoh :
      Pilihan Jawaban :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar